Tampilkan postingan dengan label gagasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2009

DIPILIH UNTUK MELAYANI




4 POIN GAGASAN REALISTIS PMB
Kampanye PMB tidak dengan obral janji, money politics (baca: suap-menyuap), tetapi dengan gagasan nyata, yang insya’Allah akan memberikan pemikiran dan pencerahan ideal serta aksi nyata untuk Kota Pasuruan lebih baik, bersih, aman, dan sejahtera.

Pertama: “Sumbangan Pemikiran RaPerda Miras”. Sebagai upaya dini untuk menghapus titik pangkal dan memutus mata rantai kemaksiatan publik. Tulisan Lengkap di :
http://www.pmbpasuruankota.blogspot.com

Kedua : “Saatnya Kota Pasuruan Punya Perpustakaan Pendidikan Berbasis IT”. Sebagai ikhtiar optimal menciptakan generasi tangguh menuju Kota Pasuruan go Internasional. (Buletin Suara PMB No. 9/Maret 2009).

Ketiga : ”Saatnya Kota Pasuruan Punya Kampung Cyber”. Pilot Project ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja e-government , antar Satuan Kerja Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Kelurahan, serta DPRD Kota Pasuruan. Plus layanan masyarakat seperti kepada gakin, dll. akan lebih maksimal. Warga pun dapat peroleh informasi dan berkomunikasi lewat internet. (Buletin Suara PMB No.8/Februari 2009).

Keempat : Proaktif dengan Undang-Undang Persampahan(UUP) No.18, Tahun 2008, yang mengamanatkan Tempat pembuangan akhir sampah (TPA) tidak boleh terbuka, tetapi dengan menggunakan system Sanitary & Control Land Field, sehingga pencemaran lingkungan, kesehatan, sosial dan keamanan dapat dihindari.

Minggu, 08 Maret 2009

PERPUSTAKAAN BERBASIS TI

Saat ini kita telah memasuki abad informasi. Kemajuan suatu daerah, sering ditentukan seberapa jauh penguasaan warganya terutama generasi mudanya atas informasi yang kian kompleks dan canggih. Dengan kata lain, suatu daerah akan maju berubah ke arah yang lebih baik kalau sebagian besar warganya mampu menguasi informasi dan teknologi.

Informasi saat ini lebih banyak dalam bentuk tulisan dan gambar, tetapi bisa juga dalam bentuk audio visual bahkan dalam bentuk digital. Kesemua informasi itu kini bisa kita peroleh melalui internet. Dengan internet kita bisa men-search segala hal informasi, bahkan nyaris semua informasi.

Berdasarkan kenyataan tersebut di atas, kiranya tidak berlebihan apabila sebagian fungsi perpustakaan sebagai sistem dan sumber informasi kini telah
diambil alih oleh internet. Boleh jadi Perpustakaan yang berbasis TI adalah internet itu sendiri. Dan menjadi tugas Perpustakaan Pendidikan memberikan pengamanan terbaik bagi pengguna serta mengantisipasi agar dapat memanfaatkan internet di jalur yang benar.

Dengan demikian, Perpustakaan Pendidikan memiliki fungsi strategis untuk mendukung cita-cita pendidikan nasional, sebagaimana telah tercantum pada Undang-Undang Pendidikan Nasional No.20, Tahun 2003, Pasal 1(1) “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Internet
Internet singkatan dari Interconnection Networking yang secara sederhana bisa diartikan sebagai a global network of computer networks.
Dewasa ini internet telah mengalami perkembangan yang luar biasa di berbagai penjuru dunia. Pengguna internet berlipat ganda dari hari ke hari seperti lompatan kuantum dalam jumlah. Kiranya saat ini internet telah menjadi primadona. Indonesia diperkirakan mencapai 60 juta pengguna pada tahun 2010 nanti.

World Wide Web (www) adalah salah satu fasilitas yang paling dominan yang bisa kita dapati di internet, karena www inilah yang memfasilitasi berbagai jasa internet yang bisa kita nikmati. www ini berisi link ke data lain, baik dalam bentuk website maupun antar website di seluruh dunia dengan menggunakan HTML (Hyper Text Markup Language). Adapun lokasi www ini ditunjukkan oleh URL (Uniform Resource Locators).

Setiap hari di dunia maya (cyber) lahir ratusan ribu situs-situs baru yang menyajikan berbagai hidangan dan jasa bagi para pengguna internet. Kita bisa mencari alamat situs-situs tersebut atau dengan menuliskan beberapa kata kunci saja pada mesin pencari (search engines) seperti Internet Explorer, Yahoo, Google, FireFox, Opera, Adobe AIR, dan yang terbaru Google Chrome.

Perpustakaan dan BSE
Perpustakaan adalah sebuah lembaga berisi sumber ilmu pengetahuan yang disusun dan diatur sedemikian rupa, sehingga para pengguna mudah menemukan informasi yang mereka perlukan.

Perpustakaan juga merupakan suatu sistem informasi yang berfungsi untuk menyimpan ilmu pengetahuan dan kebudayaan umat manusia, yang direkam dalam berbagai bentuk dokumen, serta mengaturnya sedemikian rupa sehingga informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat.

Sebagaimana kita ketahui, di satu sisi globalisasi (internet) telah memicu kecenderungan pergeseran transformasi ilmu (pendidikan) tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih fleksibel, multidisipliner, dan dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan. Dengan kata lain, internet telah dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan, bila digunakan secara bijak untuk pendidikan, yang pada akhirnya mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan manusia pada umumnya.

Seperti adanya Jardiknas dan diluncurkannya Buku Sekolah Elektronik (BSE) pada 20 agustus 2008 merupakan pertanda Indonesia telah menyambut dan siap dengan era digital dibidang pendidikan atau e-education. (elektronika pendidikan).
Ide ini telah dirintis oleh Mendiknas September 2006, saat muncul rencana membeli hak cipta buku kepada penerbit agar buku dapat disebarkan dengan murah karena hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah. Saat ini telah tercapai total BSE 407 buku.

BSE sangat praktis karena berupa file yang dapat diunduh (di-download), untuk selanjutnya dicetak, dan bahkan dapat diperjualbelikan kembali secara sah karena royalty untuk pengarang telah dibayar oleh pemerintah. Meskipun belum benar-benar merata secara nasional, BSE ini telah dicakramkan dan disebar, juga disajikan dalam banyak situs internet. (lihat : www.diknas.go.id).

Kehadiran Jardiknas dan BSE merupakan sinyal bahwa kita telah mencapai era digital itu. Komputer, film, Koran, radio, televisi, semua telah online. Kini kita telah benar-benar berada dan akan terus masuk lebih jauh dalam era digital dan komputer, dimana kecepatan keringkasan merupakan bagian yang paling asasi. Digitalisasi yang telah merambah sektor kehidupan termasuk di ranah pendidikan, keilmuan, baik yang berbayar maupun gratis.

Buku Digital diharapkan menjadi media yang membuat kehidupan manusia lebih mudah, sebagaimana semangat teknologi informasi adalah kemudahan, ketermapanan,selanjutnya percepatan. Buku Digital merupakan jawaban bagi kehidupan manusia yang secara naluriah

selalu menginginkan kemudahan, begitulah selanjutnya. Atas dasar itu pulalah, manusia terus berupaya agar ensiklopedi, dan buku-buku referensi lainnya tidak perlu ruangan luas, tetapi cukup dalam sekeping laptop yang bobotnya kurang dari 2 kg.

Dari uraian tersebut di atas, kiranya Perpustakaan Pendidikan adalah pilihan bijak dalam memanfaatkan internet untuk dunia pendidikan. Sehingga penerapan Undang-Undang No. 11, Tahun 2008 Tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) khususnya tentang keharusan memblokir situs-situs terlarang dan situs-situs porno dapat dilakukan secara optimal.

Sistem digitalisasi perpustakaan (digital library) adalah suatu perpustakaan yang dapat menyimpan data baik berupa buku, gambar, audio, maupun visual, dalam bentuk file elektronik dan didistribusikan melalui digital computer.

Saat ini telah banyak program paket software untuk otomasi perpustakaan seperti Software Athenaeum Light 8,5.
Yang perlu diingat bahwa Perpustakaan Pendidikan masih memiliki buku-buku pustaka yang berjajar pada rak. Bagaimanapun informasi dan ilmu pe-ngetahuan berupa buku-buku pustaka saat ini masih dianggap kolaboratif, interaktif, dan masih up to date.
Wallahu a’lam

Saiful Hadi, dkk., Pimpinan Daerah PARTAI MATAHARI BANGSA (PMB) Kota Pasuruan

Minggu, 15 Februari 2009

PERPUSTAKAAN PENDIDIKAN KOTA PASURUAN BERBASIS TEKNOLOGI INFOMASI (TI)

"DIRGAHAYU KOTA PASURUAN KE-323 (8 Februari 1868 - 8 Februari 2009)
Dengan Semangat Kebersamaan, Semoga Kota Pasuruan Menuju Lebih Baik, Bersih, Aman, dan Sejahtera, di bawah Naungan, Rahmat dan Ridho Allah SWT"

Untuk menciptakan Kota Pasuruan yang memiliki motto "Bersih, Aman, dan Sejahtera", tentu yang harus didahulukan adalah generasi mudanya yang cerdas, sehat, beriman dan bahagia. Generasi muda yang juga para siswa pada umumnya memperoleh ilmu pengetahuan di sekolah-sekolah, di pondok-pondok pesantren kiranya perlu memiliki perpustakaan pendidikan berbasis TI yang representatif.

Perpustakaan secara umum merupakan sebuah lembaga berisi sumber ilmu pengetahuan yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga para pengguna dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka perlukan.

Perpustakaan bisa juga merupakan suatu sistem informasi yang berfungsi untuk menyimpan ilmu pengetahuan dan kebudayaan umat manusia yang direkam dalam pelbagai bentuk dokumen, serta mengaturnya sedemikian rupa sehingga informasi yang diperlukan dapat ditemukan kembali dengan cepat dan tepat.

Berdasarkan pengertian perpustakaan tersebut di atas terlihat bahwasanya perpustakaan adalah suatu sistem informasi dan komunikasi, maka tidaklah heran kiranya perpustakaan terkait erat dan tidak bisa dipisahkan dengan teknologi informasi yang saat ini bisa berupa komputer(PC) dan notebook, dll.

Perpustakaan Pendidikan merupakan salah satu perpustakaan khusus bila dilihat dari penggunanya dan prioritas koleksi bahan informasinya. Prioritas penggunanya bisa para siswa, para pemuda usia sekolah dan kuliah, dan bisa juga secara umum warga kota Pasuruan yang memerlukan informasi tentang dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan pada umumnya.

Lebih jauh, perpustakaan pendidikan yang berbasis teknologi sebagai instrumen pentingnya adalah pc (personal komputer)dan para pengguna dapat memperoleh informasi melalui akses internet. Dengan internet kita bisa men-search segala hal informasi, bahkan nyaris semua informasi: google - Google Chrome (google terkini), wiki, manual on line, milis dan forum blog, website berita.

Tetapi Perpustakaan Pendidikan tetap dan masih memiliki medium belajar berupa informasi dan ilmu pengetahuan yakni deretan buku-buku di dalam rak. Bagaimanapun medium informasi berupa pustaka ini masih tetap kolaboratif, interaktif, dan masih up to date, masih diperlukan, terutama yang terkait dengan dunia pendidikan dan peradaban manusia.

Gampangnya, Perpustakaan Pendidikan berbasis TI itu seperti warnet (warung internet), tetapi situs-situs porno, gambar-gambar pornografi, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia maksiat yang kontradiksi dengan dunia pendidikan diblokir. Itulah tantangan terberat dari perpustakaan pendidikan, dan itu merupakan tugas kita bersama bagi kita yang ingin melihat Kota Pasuruan menuju lebih baik : bersih, aman, dan sejahtera.

Sabtu, 07 Februari 2009

Senin, 02 Februari 2009

SAATNYA PASURUAN PUNYA KAMPUNG CYBER*

Realitas perkembangan peradaban saat ini mengindikasikan kemajuan yang sangat pesat, terutama dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. Di dunia maya (cyberspace) arus komunikasi dan informasi umat manusia mengalami perkembangan yang significant (berarti).

Hal tersebut ditandai dengan adanya kegiatan komunikasi tidak hanya terpaku pada pengertian tatap muka secara fisik saja. Dalam hitungan detik atau menit, setiap orang bisa bertatap wajah dengan lawan bicaranya meskipun keduanya saling berjauhan jarak. Karena itu, sudah saatnya Kota Pasuruan memiliki Kampung Cyber sebagai pilot project. Dengan adanya Kampung Cyber diharapkan masyarakat tidak lagi gaptek (gagap teknologi)

Kampung Cyber adalah suatu wilayah dari kelurahan tertentu dimana masyarakat dapat memperoleh informasi dan dapat berkomunikasi lewat internet. Pilot project kampung cyber bisa merupakan program pelayanan pemerintah daerah e-government bekerjasama dengan Telkom setempat. Dengan adanya Kampung Cyber diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintah dan DPRD Kota Pasuruan. Karena dengan kecanggihan teknologi informasi SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), Kecamatan, dan Kelurahan seluruhnya dapat diakses masyarakat melalui internet.

Idealnya, program Kampung Cyber mampu memberi nilai plus bagi warga, contoh jika ada keluarga miskin ketika akan berobat ke poliklinik atau rumah sakit, maka data gakin dapat dengan mudah dan cepat diakses di sana.

Demikian dan masih banyak manfaat dan nilai positif Kampung Cyber bagi kemajuan masyarakatnya. Karena itu, memperjuangkan Kota Pasuruan punya Kampung Cyber adalah suatu keniscayaan.

*Suatu GAGASAN REALISTIS
("Memberi inspirasi tidak harus hebat dan ahli, orang sederhana pun boleh melakukannya")